Kamis, 22 November 2012

Laporan Neraca


LAPORAN MINGGUAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR
PENGENALAN NERACA DI LABORATORIUM



MAKALAH




Oleh :
Nama
:
Tanti Oktapianti
NRP
:
123020025
Kelompok
:
A
No. Meja
:
12(Dua Belas)
Tanggal Percobaan
:
24 Oktober 2012
Asisten
:
Galuh Permata Sari




LABORATORIUM KIMIA DASAR
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2012





I.    PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan menggenai : (1) Latar belakang, (2) Tujuan percobaan, dan (3) Prinsip percobaan.
1.1    Latar Belakang
Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran sejenis (alat ukur) yang ditetapkan sebagai satuan. Dalam ilmu terapan seperti kimia dan fisika, pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Seluruh alat pengukur terkena error peralatan yang bervariasi. Tujuan pengukuran adalah menentukan nilai besaran ukur. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran dinamakan metrologi.
1.2    Tujuan
Tujuan percobaan Pengenalan Neraca di Laboratorium adalah untuk praktikan dapat mengenal dan mengetahui jenis-jenis neraca yang digunakan di laboratorium, praktikan pula dapat mengetahui fungsi dan kegunaan masing-masing neraca yang dipergunakan dalam praktikum, dan praktikan dapat mengetahui cara kerja masing-masing neraca.
 1.3    Prinsip Percobaan
Prinsip percobaan Pengenalan Neraca di Laboratorium adalah berdasarkan dari masing-masing neraca  mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda serta mempunyai ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda.
  


II.  TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini akan menguraikan mengenai  (1) Jenis-jenis Neraca, (2) Mekanisme dan (3) Hukum Newton.
2.1    Jenis-jenis Neraca
Neraca adalah instrumen untuk mengukur massa benda, bukan berat benda. Pada pelajaran fisika dijelaskan bahwa massa itu adalah jumlah molekul pada suatu benda, sedangkan berat adalah massa benda dikalikan dengan percepatan gravitasi yang dia alami. Satuan Internasional (SI) nya adalah kg. Timbangan/neraca dikategorikan kedalam sistem mekanik dan juga elektronik. Ada beberapa jenis neraca antara lain :
2.1.1   Neraca Ayun
Bagian utama neraca terdiri atas tangkai-tangkai yang ditempatkan dengan semacam mata pisau pada dudukan neraca dua piring pada kedua ujungnya. Mata pisau itu merupakan bagian yang paling mahal dalam neraca.
2.1.2   Neraca Digital
Neraca ini merupakan salah satu neraca yang penggunanannya paling praktis. Cara pengukuran secara langsung dan dilakukan dengan tepat dan benar. Berfungsi untuk menimbang secara akurat dan presisi dengan ketelitian 0,0001 g atau lebih serta digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam proses pembuatan larutan untuk uji kuantitatif dan proses standarisasi. Selain itu berfungsi juga untuk menimbang sampel / bahan dalam analisis kuantitatif. Neraca analitik jenis ini yang sering digunakan di laboratorium kimia.
2.1.3   Neraca Triple-Beam
Neraca ini termasuk neraca kasar karena digunakan untuk memperhitungkan benda yang massa zatnya cukup besar. Memiliki ketelitian hingga 0.1 gram (100 mg). Neraca ini banyak digunakan karena penggunaannya yang praktis dan hemat ruang. Mempunyai perhitungan maksimal 6100 gram dan perhitungan minimalnya 1 gram.

2.2    Mekanisme
2.2.1   Neraca Ayun
Ditengah-tengah ada jarum keseimbangan dan tepat di bawah tengah jarum ada skala yang menunjukan keseimbangan. Di piring neraca sebelah kanan digunakan untuk menyimpan batu penimbang, an di piring neraca sebelah kiri tempat benda yang akan ditimbang. Setelah seimbang, maka hasilnya akan diketahui.
2.2.2   Neraca Digital
Simpan neraca ditempat yang datar kemudian set waterpassnya. Apabila akan melakukan penimbangan, harus memakai alas dan kemudian lihat massanya.
2.2.3   Neraca Triple-Beam
Benda yang akan ditimbang disimpan di piring neraca, kemudian praktikan menggeserkan batu penyeimbang yang memiliki ukuran beda pada setiap batu penyeimbang, hingga berat beban sama besar dengan berat batu penyeimbang.

2.3    Hukum Newton
2.3.1   Hukum Newton I
Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.
Hukum ini menyatakan bahwa jika resultan gaya (jumlah vektor dari semua gaya yang bekerja pada benda) bernilai nol, maka kecepatan benda tersebut konstan. Dirumuskan secara matematis menjadi:

Artinya : Sebuah benda yang sedang diam akan tetap diam kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya. Sebuah benda yang sedang bergerak, tidak akan berubah kecepatannya kecuali ada resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya.

2.3.2   Hukum Newton II
Hukum Kedua: Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan / bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda.
Hukum kedua menyatakan bahwa total gaya pada sebuah partikel sama dengan banyaknya perubahan momentum linier p terhadap waktu :

 2.3.3   Hukum Newton III
Hukum ketiga : Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.
Secara matematis, hukum ketiga ini berupa persamaan vektor satu dimensi, yang bisa dituliskan sebagai berikut. Asumsikan benda A dan benda B memberikan gaya terhadap satu sama lain.

Dengan :
Fa,b adalah gaya-gaya yang bekerja pada A oleh B, dan
Fb,a adalah gaya-gaya yang bekerja pada B oleh A.




III.      ALAT DAN METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Alat yang Digunakan, dan (2) Metode Percobaan.
3.1    Alat yang Digunakan
Alat yang digunakan pada percobaan Pengenalan Neraca di Laboratorium Kimia dasar adalah neraca digital, dan neraca triple-beam.

3.2    Metode Percobaan
3.2.1        Neraca Digital
Gambar Neraca Digital
 (a) Persiapkan dahulu alat-alat penimbangan, siapkan alat dan zat yang akan ditimbang, sendok, kaca arloji dan kertas isap. (b) pemeriksaan pendahuluan terhadap neraca meliputi: periksa kebersihan neraca (terutama piring-piring neraca), kedataran dan kesetimbangan neraca. (c) simpan neraca di tempat yang datar kemudian set waterpassnya, setelah itu simpan benda yang akan di timbang (memakai alas) di atas timbangan kemudian lihat massanya. Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan, setelah pemakaian timbangan harus dimatikan.

3.2.2        Neraca Triple-Beam
Gambar Neraca Triple Beam
Letakan benda yang akan ditimbang di atas piring neraca triple-beam, lalu geserkan batu penyeimbang hingga berat beban sama besar dengan berat batu penyeimbang.



IV. HASIL PENGAMATAN
Dalam bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan dan (2) Pembahasan.
4.1    Hasil Pengamatan
Tabel hasil 1. Pengamatan pengenalan neraca di laboratorium
No.
Neraca
Hasil Perhitungan
1.
Neraca Digital
Diketahui : Garam Kotor  Ws = 5,40 gr
  Gula  Ws = 6,20 gr
W1 = 57,32 gr
a.       Garam Kotor
Ws = W2-W1
5,40 = W2-57,32
W2 = 62,72 gr
b.      Gula
Ws = W2-W1
6,20 = W2-57,32 gr
W2 = 63,52 gr
2.
Neraca Triple Beam
Diketahui : Garam Kotor  Ws = 8,30 gr
Gula  Ws = 9,40 gr
W1 = 44,7 gr
a.       Garam Kotor
Ws = W2-W1
8,30 = W2-44,7
W2 = 53 gr
b.      Gula
Ws = W2-W1
9,40 = W2-44,7
W2 = 54,1 gr
(Sumber: Tanti Oktapianti, Meja 12, Kelompok A, 2012)


4.2    Pembahasan
4.2.1   Prinsip
Prinsip kerja neraca ada 4 macam yaitu prinsip kesetimbangan gaya gravitasi (contohnya : neraca sama lengan), prinsip kesetimbangan momen gaya (contohnya: neraca dacin), prinsip kesetimbangan gaya elastis dengan gaya gravitasi (contohnya : neraca pegas), dan prinsip inersia/kelembaman.
4.2.2   Kegunaan
4.2.2.1  Neraca Digital
Neraca ini digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam proses pembuatan larutan untuk uji kuantitatif dan proses standarisasi.
4.2.2.2  Neraca Triple Beam
Neraca triple beam digunakan untuk memperhitungkan benda yang massa zatnya cukup besar yang tidak dapat di timbang menggunakan neraca digital.
4.2.3   Ketelitian
4.2.3.1  Neraca Digital
Neraca digital analitik berfungsi untuk menimbang secara akurat dan presisi dengan ketelitian 0,001 g atau lebih serta digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam proses pembuatan larutan untuk uji kuantitatif dan proses standarisasi. Selain itu berfungsi juga untuk menimbang sampel / bahan dalam analisis kuantitatif.

4.2.3.2  Neraca Triple Beam
Neraca triple beam menimbang secara kasar yaitu analisis kualitatif dengan ketelitian 0,1 g (yaitu jarak antar skala pada lengan yang paling depan). Selain itu digunakan pula untuk menimbang bahan kimia dalam proses pembuatan larutan, akan tetapi bukan yang digunakan untuk standarisasi.
Ketelitian dari neraca adalah setengah dari skala terkecil. Jadi ketelitian neraca adalah :
Dx = ½ x 0,1 gram = 0,05 gram

Dengan ketelitian 0,05 gram, maka neraca ini dapat dipergunakan untuk mengukur massa sebuah benda dengan lebih teliti (akurat).
4.2.4   Elevasi dan Delevasi
Elevasi adalah ketelitian maksimal neraca dan delevasi ketelitian minimal neraca.
4.2.5   Kelebihan dan Kekurangan
4.2.5.1  Neraca Digital
Kelebihan daripada neraca digital adalah penyimpanannya yang tidak memerlukan ruang yang luas, hasil penimbangannya akurat, hanya tinggal melihat display angka yang tertera di neraca, dan pengukurannya secara langsung, tepat dan benar. Neraca digital memiliki fungsi lebih sebagai alat ukur, diantaranya neraca digital lebih akurat, presisi, dan akuntable (bisa menyimpan hasil dari setiap penimbangan). Selain itu dengan adanya tingkat ketelitian yang tinggi maka hal tersebut dapat meminimalkan kesalahan dalam pengambilan media yang dibutuhkan.
Kekurangannya adalah neraca ini sensitif terhadap udara dan tekanan, sehingga mempengaruhi keakuratan hasil penimbangan. Neraca digital analitik merupakan neraca yang sangat peka, karena itu bekerja dengan neraca ini harus secara halus dan hati-hati. Neraca ini sangat sensitif sekali terhadap getaran dan faktor lain dari luar yang mengganggu hasil pengukuran.
4.2.5.2  Neraca Triple Beam
Kelebihannya adalah neraca ini dapat menimbang benda yang massanya cukup besar hingga 610 gram, dan penyimpanannya cukup praktis, tidak memerlukan ruang yang luas.
Kekurangannya yaitu dalam penggunannya kita memerlukan ketelitian yang tinggi, apabila kita salah melihat skala penimbangan maka akan terjadi kesalahan pengukuran.
4.2.6   Faktor-faktor Kesalahan yang Bisa Terjadi
Faktor kesalahan dan kendala yang biasa ditemukan dalam pengukuran massa menggunakan neraca adalah seperti terjadinya kesalahan sistematik dalam hal kondisi alat ukur yang sudah berubah, pengaruh alat ukur terhadap besaran yang diukur, ketidak cermatan membaca skala, dan kesalahan posisi pengamat atau kesalahan paralak. Selain itu kesalahan acak (random) pun sering terjadi, seperti gangguan dari luar yang tak dapat dihindari yang akan berakibat mempengaruhi keakuratan hasil pengukuran.
4.2.7   Aplikasi dalam bidang pangan
Dalam kehidupan sehari-hari kita akan menemukan berbagai pemakaian neraca. Di rumah, kita sering melihat Ibu menimbang bahan pangan yang akan diolah menjadi cake, bolu atau lainnya. Di pasar, kita mendapati pedagang yang menimbang bahan pangan yang dibeli oleh pelanggannya. Dan di laboratorium pun penggunaan neraca diperlukan untuk menimbang bahan pangan yang akan diujikan kandungan didalamnya.
Contohnya penimbangan pada garam berikut :
Alat dan Bahan :
Alat : (1) Neraca digital analitik, (2) Gelas arloji 2 buah, (3) Tissue, (4) Spatula
Bahan : Garam
Prosedur Praktikum :
1.      Persiapan alat bantu penimbangan : gelas arloji/botol timbang/kertas timbang/ beaker gelas kecil, sendok/spatula, dan kertas isap.
2.      Pemeriksaan pendahuluan neraca : pemeriksaan kebersihan dan pemeriksaan posisi setimbang, jika tidak setimbang atur sekrup pada kaki timbangan sehingga gelembung pada water pass berada di tengah.
3.      Penimbangan
Sebelum dinyalakan pintu kaca harus tertutup. Nyalakan dan pastikan timbangan menunjukkan angka 0. Letakkan garam yang akan ditimbang mula-mula di gelas arloji pertama ± 3 sendok spatula (ukuran ditentukan) kemudian taruh di gelas arloji yang kedua (tuangkan semua) dan taruh di tengah piringan, tutup kembali pintu kaca.
Baca angka yang tertera di layar monitor. Ambil bahan yang sudah ditimbang, tutup pintu kaca, 0 kan kembali, matikan neraca, dan bersihkan.



V.     KESIMPULAN DAN SARAN
5.1    Kesimpulan
Setelah melaksanakan praktikum tentang neraca ini, kita mengetahui jenis-jenis neraca yang digunakan di laboratorium dan fungsinya masing-masing. Kita juga mengetahui cara penggunaan secara tepat, dan perhitungannya. Selain itu, kita juga mengetahui faktor-faktor kesalahan yang dapat terjadi, sehingga kita lebih berhati-hati lagi.

5.2    Saran
Disarankan agar praktikan menguasai penggunaan neraca-neraca di laboratorium secara tepat, serta dapat menjaga kebersihan neraca agar neraca dapat tahan lama. Pahami faktor-faktor kesalahan yang dapat terjadi saat penggunaan neraca agar pada praktikum selanjutnya, praktikan tidak melakukan kesalahan.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2012.HukumaGerakaNewton.http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_gerak_Newton.access: 20 Oktober 2012.
Anonim.2012.http://rainymulki.blogspot.com/.access:20 Oktober 2012.
Anonim.2012.Kalibrasi Timbangan (Neraca).http://catatankimia.com/catatan/ka librasi-timbangan-neraca.html.access: 26 Oktober 2012.
Brady, E. James. (1999), Kimia Universitas Asas dan Struktur, Binapura Aksara : Jakarta.
Sutrisno, E.T. dan Nurminabari, I.S.2010.Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan : Bandung.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar