Rabu, 21 November 2012

Laporan Reaksi Kimia


REAKSI KIMIA
Tanti Oktapianti
123020025
Asisten : Galuh Permata Sari
Tujuan Percobaan :  untuk mengetahui, memahami, dan mempelajari jenis dan sifat dari zat yang direaksikan, serta untuk mencari rumus senyawa dan koefisien reaksi dari senyawa dengan cara mereaksikan dua buah zat atau lebih yang dibuktikan dengan adanya perubahan warna, bau, suhu, timbulnya gas dan endapan.
Prinsip Percobaan : berdasarkan penggabungan molekul terbagi menjadi dua bagian atau lebih. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk dan terputusnya ikatan kimia. Berdasarkan Hukum Kekekalan Massa yang dikemukakan oleh Lavoisier : “Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama” dan berdasarkan Hukum Perbandingan Tetap Proust : “Dalam setiap persenyawaan perbandingan-perbandingan massa unsur-unsur selalu tetap”. Berdasarkan Bronsted Lowry : “Asam sebagai setiap zat seimbang yang menyumbang proton dan basa sebagai setiap zat sembarang yang menerima proton”.
Metode Percobaan :
1.      Ke dalam 2 tabung reaksi dimasukkan masing-masing tepat 1,0 ml larutan NaOH 0,05 M dan ke dalam dua tabung reaksi yang lain 1,0 ml larutan CH3COOH 0,05 M. Masing-masing ditambahkan 1 tetes indikator phenolphthalein (PP). Amati perubahan warna larutan-larutan tersebut!
2.      Ke dalam 4 tabung reaksi lain dilakukan hal seperti no.1. tetapi dengan penambahan indikator metil merah. Amati perubahan warna yang terjadi!
3.      Campurkan kedua asam dan basa pada nomor 1 dan 2. Amati perubahan warna yang terjadi!
4.      Ke dalam 2 tabung reaksi masing-masing dimasukan 1 ml larutan Kalium Khromat (K2CrO4 0,1 M)
NaOH
HCl

5.      Ke dalam 2 tabung reaksi masing-masing dimasukan 1 ml larutan K2CrO7. Lakukan seperti nomor 4. Bandingkan antara larutan pada nomor 4 dan 5.
NaOH
HCl
6.      Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml larutan Al2(SO4)3 0,1 M. Kemudian tambahkan 5 tetes larutan NaOH 1M, tambahkan lagi tetes demi tetes NH4OH 1M dan amati. Perhatikan apa yang terjadi!
7.      Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml larutan Al2(SO4)3 0,1 M. Kemudian tambahkan 5 tetes larutan NaOH 1M, tambahkan lagi tets demi tetes NH4OH 1M dan amati. Perhatikan apa yang terjadi!

8.      Ikuti petunjuk nomor 6 dan 7, tetapi gantilah Al2(SO4)3 dengan ZnSO4 0,1M.
9.      Ke dalam tabung reaksi yang bersaluran, masukkan 4 ml larutan (NH4)2SO4. Tambahkan larutan NaOH dan segera pasang penyalur gas. Gas yang terbentuk dikenakan pada kertas lakmus yang sudah dibasahi dengan air!
10.  Campurkan 1 ml larutan Pb(NO3)2 0,1 M denagn 1 ml larutan NaCl 0,1M. Amati apa yang terjadi! Kemudian panaskan campuran tersebut sambil dikocok dan catat pengamatan anda! Campuran didinginkan sambil diamati.

11.  Ke dalam 1 ml larutan NaCl 0,5M tambahkan 10 tetes larutan AgNO3 0,1M. Amati perubahan yang terjadi!
12.  Ke dalam 1 ml larutan BaCl2 0,1M tambahkan larutan K2CrO4 0,1M sebanyak 1 ml. Amati perubahan yang terjadi!
13.  Ke dalam 1 ml larutan BaCl2 0,1M  tambahkan larutan K2CrO7 0,1M sebanyak 1 ml. Amati perubahan yang terjadi! Zat pada nomor 12 dan 13 jangan segera dibuang, karena akan dibandingkan dengan nomor 14.

14.  Ke dalam 1 ml larutan BaCl2 0,1 M tambahkan 1 ml HCl 1M dan 1 ml larutan K2CrO4 0,1 M. Bandingkan dengan nomor 12 dan 13.
15.  Masukkan kurang lebih 1 gram serbuk CaCO3 ke dalam tabung reaksi yang bersaluran. Tambahkan larutan HCl. Gas yang terjadi di alirkan ke dalam tabung yang lain yang berisi Ba(OH)2. Amati perubahan yang terjadi!
16.  Ke dalam tabung reaksi campurkan 1 ml air khlor dari kaporit. Amati warna larutan tersebut. Kemudian tambahkan 1 ml larutan Kl 0,005 M dan 1 ml CHCl3 atau CCl4. Kocok dan amati warna kedua lapisan dari larutan tersebut!

17.  Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml H2C2O4 (asam oksalat) 0,1 M dan 2 tetes H2SO4 2M, panaskan kemudian teteskan larutan KMnO4 0,05M (tetes demi tetes) sambil dikocok, teteskan terus larutan KMnO4 sampai warnanya tidak hilang lagi.
18.  Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 1 ml larutan campuran besi II / Fe2+ 0,1 M dan 2 tetes H2SO4 2 M, teteskan larutan KMnO4 sambil dikocok. Bandingkan kecepatan laju hilangnya warna KMnO4 pada nomor 17 dan 18.
19.  Tambahkan sedikit demi sedikit larutan NaOH 1M ke dalam 1 ml CuSO4 0,05 M, tambahkan lagi NaOH sampai berlebih. Amati perubahan yang terjadi!

20.  Ulangi perkerjaan nomor 19 tetapi gantilah larutan NaOH dengan larutan NH4OH 1M. Bandingkan dengan hasil reaksi nomor 19.
21.  Campurkan 2 ml larutan besi (III) / Fe3+ 0,1M dengan 2 ml larutan KSCN 0,1 M. Bagilah menjadi dua bagian ke dalam 2 tabung reaksi. Tambahkan Na3PO4 ke dalam satu tabung, sementara tabung yang lain digunakan sebagai pembanding. Bandingkan warna kedua larutan tersebut!







Hasil Pengamatan
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut :
1.      a. NaOH + PP à NaOH(pp)         (ungu)
b. NaOH + MM à NaOH(mm)    (kuning)
c. HCl + PP à HCl(pp)                      (tidak berwarna)
d. HCl + MM à HCl(mm)                (merah muda)
2.      a. CH3COOH + PP à CH3COOH(pp)             (tidak berwarna)
b. CH3COOH + MM à CH3COOH(mm)     (merah)
3.      a. NaOH(pp) + CH3COOH(pp) à CH3COONa + H2O    (ungu tua)
b. NaOH(pp) + HCl(pp) à NaCl + H2O                            (bening)
c. NaOH(mm) + CH3COOH(mm) à CH3COONa + H2O (merah ungu)
d. NaOH(mm) + HCl(mm) à NaCl + H2O                         (kuning)
4.      a. K2CrO4 + HCl à 2KCl + H2CrO4               (kuning keemasan)
b. K2CrO4 + NaOH à  2KOH + Na2CrO4      (kuning)


5.      a. K2CrO7 + HCl à 2KCl + H2CrO7               (orange)
b. K2CrO7 + NaOH à 2KOH + Na2CrO7         (kuning)
6.      Al2(SO4)3 + NaOH à Al(OH)2 + Na2SO4                   (tidak berwarna)
7.      Al2(SO4)3 + NaOH + NH4OH à Al(OH)2 + Na2SO4 (endapan putih)
8.      a. ZnSO4 + NaOH à Zn(OH)2 + Na2SO4                      (keruh)
b. ZnSO4 + NaOH + NH4OH à Zn(OH)2 + Na2SO4    (bening)

9.      (NH4)2SO4 + NaOH à NH4OH + Na2SO4     (lakmus menjadi biru)
10.  Pb(NO3)2 + NaCl à PbCl2 + Na2NO3             (tidak berwarna)
11.  NaCl + AgNO3 à AgCl + NaNO3      (putih keruh)
12.  BaCl2 + K2CrO4 à BaCrO4 + 2KCl   (kuning susu)
13.  BaCl2 + K2CrO7 à BaCrO7 + 2KCl   (endapan kuning, larutan kuning tua)
14.  BaCl2 + HCl + K2CrO4 à 2KCl + BaCrO4 + 2HCl    (kuning tua)


15.  CaCO3 + 2HCl + Ba(OH)2 à Ca(OH)2 + BaCl2 + H2CO3   (putih dan gelembung gas)

16.  H2C2O + H2SO4 + KMnO4 à K2C2O + HMnO4    (bening)
17.  Fe2+ + H2SO4 + KMnO4 à (larutan tidak berwarna, endapan coklat tua)


18.  CuSO4 + NaOH + NH4O à Cu(OH)2 + Na2SO4  (endapan hijau lumut)
19.  CuSO4 + NH4OH + NH4 à Cu(OH)2 + (NH4)2SO4    (biru, endapan putih)
20.  a. Fe3+ + KSCN à                                                (coklat tua kemerahan)
b. Fe3+ + KSCN + Na3PO4 à FePO4 +NaSCN   (coklat tua kemerahan)


Pembahasan :
Reaksi kimia banyak jenisnya, diantaranya yaitu reaksi pembentukan, reaksi penguraian, reaksi redoks dan reaksi netralisasi (Brady, 1998). Adapun jenis-jenis reaksi lainnya :
1.    Sintesis
Dalam reaksi kombinasi langsung atau sintesis, dua atau lebih senyawa sederhana bergabung membentuk senyawa baru yang lebih kompleks. Dua reaktan atau lebih yang bereaksi menghasilkan satu produk juga merupakan salah satu cara untuk mengetahui kalau itu reaksi sintesis. Contoh dari reaksi ini adalah gas hidrogen bergabung dengan gas oksigen yang hasilnya adalah air. Contoh lainnya adalah gas nitrogen bergabung dengan gas hidrogen akan membentuk amoniak, dengan persamaan reaksi:
N2 + 3 H2 → 2 NH3
2 H2 + O2 → 2 H2O
2.        Dekomposisi
Reaksi dekomposisi atau analisis adalah kebalikan dari reaksi sintesis. Sebuah senyawa yang lebih kompleks akan dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Contohnya adalah molekul air yang dipecah menjadi gas oksigen dan gas hidrogen, dengan persamaan reaksi:
2 H2O → 2 H2 + O2
3.        Penggantian Tunggal
Dalam reaksi penggantian tunggal atau substitusi, sebuah elemen tunggal menggantikan elemen tunggal lainnya di suatu senyawa. Contohnya adalah logam natrium yang bereaksi dengan asam klorida akan menghasilkan natrium klorida atau garam dapur, dengan persamaaan reaksi:
2 Na(s) + 2 HCl(aq) → 2 NaCl(aq) + H2(g)
4.        Penggantian Ganda
Dalam reaksi penggantian ganda, dua senyawa saling berganti ion atau ikatan untuk membentuk senyawa baru yang berbeda. Hal ini terjadi ketika kation dan anion dari 2 senyawa yang berbeda saling berpindah tempat, dan membentuk 2 senyawa baru. 
Rumus umum dari reaksi ini adalah: AB + CD → AD + CB
Contoh dari reaksi penggantian ganda adalah timbal(II) nitrat bereaksi dengan kalium iodida untuk membentuk timbal(II) iodida dan kalium nitrat, dengan persamaan reaksi:
Pb(NO3)2 + 2 KI → PbI2 + 2 KNO3
Contoh lainnya adalah natrium klorida (garam dapur) bereaksi dengan perak nitrat membentuk natrium nitrat dan perak klorida, dengan persamaan reaksi:
NaCl(aq) + AgNO3(aq) → NaNO3(aq) + AgCl(s)
5.        Oksidasi dan Reduksi (Redoks)
Reaksi redoks dapat dipahami sebagai transfer elektron dari salah satu senyawa (disebut reduktor) ke senyawa lainnya (disebut oksidator). Dalam proses ini, senyawa yang satu akan teroksidasi dan senyawa lainnya akan tereduksi, oleh karena itu disebut redoks. Oksidasi sendiri dimengerti sebagai kenaikan bilangan oksidasi, dan reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer dari elektron ini akan selalu mengubah bilangan oksidasinya, tapi banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai reaksi redoks walaupun sebenarnya tidak ada elektron yang berpindah (seperti yang melibatkan ikatan kovalen).
Contoh reaksi redoks adalah:
2 S2O32−(aq) + I2(aq) → S4O62−(aq) + 2 I(aq)
Yang mana I2 direduksi menjadi I- dan S2O32- (anion tiosulfat) dioksidasi menjadi S4O62-.
Untuk mengetahui reaktan mana yang akan menjadi agen pereduksi dan mana yang akan menjadi agen teroksidasi dapat diketahui darikeelektronegatifan elemen tersebut. Elemen yang mempunyai nilai keelektronegatifan yang rendah, seperti kebanyakan unsur logam, maka akan dengan mudah memberikan elektron mereka dan teroksidasi - elemen ini menjadi reduktor. Kebalikannya, banyak ion mempunyai bilangan oksidasi tinggi, seperti  H2O2, MnO4-, CrO3, Cr2O72-, OsO4) dapat memperoleh satu atau lebih tambahan elektron, sehingga disebut oksidator.
Jumlah elektron yang diberikan atau diterima pada reaksi redoks dapat diketahui dari konfigurasi elektronn elemen reaktannya. Setiap elemen akan berusaha untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti konfigurasi elemen gas mulia. Logam alkali dan halogen akan memberikan dan menerima satu elektron. Elemen gas alam sendiri sebenarnya tidak aktif secara kimiawi.
Salah satu bagian penting dalam reaksi redoks adalah reaksi elektrokimia, dimana elektron dari sumber listrik digunakan sebagai reduktor. Reaksi ini penting untuk pembuatan elemen-elemen kimia, seperti klorin atau aluminium. Proses kebalikan dimana reaksi redoks digunakan untuk menghasilkan listrik juga ada dan prinsip ini digunakan pada baterai.
6.        Reaksi Asam-Basa (Netralisasi)
Reaksi asam-basa adalah reaksi yang mendonorkan proton dari sebuah molekul asam ke molekul basa. Disini, asam berperan sebagai donor proton dan basa berperan sebagai akseptor proton.
Reaksi asam basa, HA: asam, B: Basa, A: basa konjugasi, HB+: asam konjugasi
Hasil dari transfer proton ini adalah asam konjugasi dan basa konjugasi. Reaksi kesetimbangan (bolak-balik) juga ada, dan karena itu asam/basa dan asam/basa konjugasinya selalu dalam kesetimbangan. Reaksi kesetimbangan ini ditandai dengan adanya konstanta diasosiasi asam dan basa (Ka dan Kb) dari setiap substansinya. Sebuah reaksi yang khusus dari reaksi asam-basa adalah netralisasi dimana asam dan basa dalam jumlah yang sama akan membentuk garam yang sifatnya netral.
7.        Reaksi pada Zat Padat
Reaksi dapat terjadi di antara dua benda padat. Meski begitu, karena tingkat difusi pada zat padat sangat rendah, maka reaksi kimia yang berlangsung terjadi sangat lambat. Reaksi dapat dipercepat dengan cara meningkatkan suhu sehingga akan memecah reaktan, sehingga luas permukaan kontak menjadi lebih besar.
8.        Reaksi Fotokimia
Dalam reaksi fotokimia, atom dan molekul akan menyerap energi (foton) dari cahaya dan mengubahnya ke eksitasi. Atom dan molekul ini lalu dapat melepaskan energi dengan memecahkan ikatan kimia, maka menghasilkan radikal. Reaksi ang termasuk ke dalam reaksi fotokimia di antaranya reaksi hidrogen-oksigen, polimerisasi radikalreaksi berantai dan reaksi penataan ulang.
9.        Reaksi Kompleksometri
Reaksi kompleksometri adalah reaksi ion logam, yaitu kation dengan anion atau molekul netral. Terdiri dari atom pusat dan sejumlah ligan yang terikat pada atom pusat. Satu ion atau molekul kompleks terdiri dari atom pusat yang ditandai dengan bilangan koordinasi, yakni suatu angka bulat yang menunjukan jumlah ligan (monodentat) yang membentuk kompleks stabil dengan satu atan (ion) pusat. Ligan dalam kompleks dapat berupa anion atau molekul netral yang mengandung sebuah atom lebih sepasang elektron yang dapat diberikan pada ion logam.
10.    Reaksi Pengendapan
Reaksi pengendapan adalah reaksi antara zat-zat atau ion logam yang sukar larut dalam air, sehingga terbentuklah endapan. Pembentukan endapan menunjukan perubahan sifat kelarutan yang bila terjadi reaksi antara zat berbeda, maka zat tersebut tidak seluruhnya larut. Sehingga terbentuklah endapan pada hasil reaksinya. Contohnya pada reaksi antara AgNO3 dengan NaCl menyebabkan semua ion pemisah tidak dihilangkan. Endapan hasil reaksi disebut juga presipitat.
NaCl + AgNO3 à AgCl + NaNO3

Percobaan reaksi kimia yang telah dilakukan masih banyak kesalahan. Hasil yang didapat praktikan berbeda dengan hasil reaksi yang benar. Kesalahan tersebut dipengaruhi oleh faktor diantaranya kurangnya ketelitian praktikan saat menggunakan pipet. Pipet yang telah dipakai untuk mengambil zat sebelumnya tidak dibersihkan terlebih dahulu saat akan mengambil zat yang lain. Sehingga zat sebelumnya tercampur dengan zat lain dan mempengaruhi hasil akhir reaksi kimia tersebut. Bila terjadi perbedaan baik itu perubahan warna, endapan dan tidak adanya endapan, hal itu bisa terjadi karena faktor lingkungan. Faktor lingkungan seperti, tinggi rendahnya suhu ruangan yang mempengaruhi proses kelarutan, takaran yang tidak sesuai, ataupun botol larutan yang tidak ditutup kembali.
Beberapa dari percobaan reaksi kimia diatas dapat digolongkan menjadi beberapa jenis reaksi, yaitu reaksi penetralan terdapat pada nomor 1,2,3, dan 9. Reaksi kompleksometri terdapat pada nomor 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12, dan 13. Reaksi pertukaran ganda terdapat pada nomor 4, 5, 6, dan 7. Reaksi redoks terdapat pada nomor 10, 11, 12, 15, 16, 18, dan 19. Reaksi pengendapan terdapat pada nomor 6, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, dan 19. Reaksi pembentukan gas terdapat pada nomor 10 dan 15.
    Percobaan reaksi kimia yang telah dilakukan terdapat kesamaan antara larutan nomor 2 dan nomor 3, yaitu kesamaan perubahan warna untuk reaksi antara 1ml CH3COOH 0,05M + 1 tetes PP dengan NaOH (pp) + CH3COOH (pp) yang menghasilkan warna bening. Sementara pada larutan nomor 12, 13, dan 14 terdapat perbedaan warna antara reaksi BaCl2 +K2CrO0.1M, BaCl2 +K2CrO0.1M, dan BaCl2 +HCl 0.1M +K2CrO0.1M, yang secara berturut-turut menghasilkan warna Kuning dan mengendap (putih), Orange dan mengendap (kuning), dan Orange.
Umumnya reaksi kimia dapat digolongkan ke dalam 4 golongan yaitu, reaksi sintesis, metatesis, penetralan atau reaksi asam-basa, dan reaksi penggabungan dan reaksi penguraian. Reaksi yang termasuk reaksi metatesis yaitu, reaksi kompleksometri dan pengendapan. Reaksi penetralan adalah reaksi penetralan larutan asam kuat dan basa kuat yang dicampurkan dan menghasilkan produk reaksi berupa garam dalam air. Reaksi kompleksometri adalah reaksi ion logam, yaitu kation dengan anion atau molekul netral yang terdiri dari atom pusat dan sejumlah ligan. Reaksi pertukaran ganda adalah. Reaksi reaksi redoks adalah reaksi pengikatan dan pelepasan elektron serta penurunan dan penaikan bilangan oksidasi. Reaksi pengendapan adalah reaksi antara zat ion logam yang sukar larut dalam air, sehingga terbentuklah endapan. Untuk mengetahui apakah suatu reaksi terbentuk endapan atau tidak, harus diketahui kelarutan zat yang terjadi. Sebagai contoh beberapa zat yang sukar larut dalam air, yaitu I+, Mg2+, Fe2+, dan Cl-. Reaksi pembentukan gas adalah reaksi yang produk akhirnya berupa gas atau gelembung gas. Sifat yang dapat menimbulkan gas yaitu proses penyubliman, pemanasan dan pendinginan.

Kesimpulan :
Dari percobaan-percobaan yang telah dilakukan kita mengerti apa itu reaksi kimia dan apa saja yang terlibat didalamnya, kita dapat mengamati langsung terjadinya reaksi kimia dengan melihat perubahan-perubahan yang tampak. Kita juga mengetahui faktor-faktor kesalahan apa saja yang dapat terjadi yang mempengaruhi hasil dari reaksi kimia tertentu, serta kita dapat menuliskan beberapa reaksi kimia dan hasil reaksinya.




DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2012.Reaksi-reaksiaKimia.http://mayouame.blogspot.com/2012/05/reaksi-re aksi-kimia.html.Access:20 November 2012.
Anonim.2012.Ciri-ciri Reaksi Kimia.http://id.shvoong.com/exact-sciences/chemistry /20465 98-ciri-ciri-reaksi-kimia/.Access:21 November 2012.
Anonim.2012.ReaksiaKimia.http://mafia.mafiaol.com/2012/08/bagaimana-ciri-ciri-re aksi-kimia.html.Access:21 November 2012.
Brady, E. James. (1999), Kimia Universitas Asas dan Struktur, Binapura Aksara : Jakarta.
Sutrisno, E.T. dan Nurminabari, I.S.2010.Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan : Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar